Short Selling Dibuka 1 Oktober: Jaminan Minimal Rp50 Juta, Baru Lima Saham
Mulai 1 Oktober 2026, investor ritel di Bursa Efek Indonesia punya satu alat baru: transaksi short selling. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan ke wartawan di Gedung BEI pada Senin (28/9) bahwa mekanisme ini resmi bisa dipakai mulai Kamis, tapi dengan pintu masuk yang cukup sempit.
Apa itu short selling, singkatnya
Short selling berarti menjual saham yang belum dimiliki dengan cara meminjamnya dulu, lalu berharap bisa membelinya kembali di harga lebih rendah. Selisihnya jadi keuntungan. Kalau harga malah naik, investor tetap wajib membeli kembali saham itu, dan di situlah risikonya: potensi rugi secara teori tidak terbatas, beda dengan posisi beli biasa yang ruginya paling banyak sebesar modal yang ditanam.
Syarat masuknya tidak ringan
Aturannya mengacu ke POJK Nomor 6 Tahun 2024 tentang pembiayaan transaksi efek dan short selling oleh perusahaan efek. Beberapa syarat yang perlu dicatat:
- Jaminan awal minimal Rp50 juta. Pasal 34 POJK tersebut menetapkan jaminan awal transaksi pertama sebesar 50% dari nilai transaksi short selling atau Rp50 juta, mana yang lebih tinggi. Jadi untuk posisi besar, angka Rp50 juta itu hanya batas bawah.
- Rekening reguler minimal 6 bulan sebelum bisa mengajukan fasilitas short selling.
- Wajib mendaftar ke perusahaan sekuritas (Anggota Bursa) yang menyediakan layanan ini.
Cakupannya masih sangat terbatas
Menurut Jeffrey, saat ini baru lima saham yang boleh diperdagangkan dengan skema short selling, dan baru dua sekuritas yang menyediakan layanannya, yaitu Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas. Dengan daftar saham sesempit itu dan jumlah penyedia yang masih sedikit, dampak ke pergerakan IHSG secara keseluruhan kemungkinan kecil di awal. Ini lebih tepat dibaca sebagai tahap uji pasar ketimbang perubahan besar struktur perdagangan.
Kenapa ini tetap penting buat trader
Selama ini investor ritel di BEI praktis hanya bisa untung saat harga naik. Saat pasar sedang dalam tren turun, pilihannya terbatas: keluar dari pasar atau menunggu. Short selling membuka opsi untuk mengambil posisi saat melihat harga turun atau untuk lindung nilai portofolio.
Tapi Jeffrey sendiri mengingatkan bahwa fitur ini berisiko tinggi dan ditujukan untuk investor yang sudah berpengalaman. Syarat jaminan dan lama rekening tampak dirancang supaya investor pemula tidak langsung masuk.
Hal yang layak dipantau ke depan: saham apa saja yang masuk daftar, apakah daftarnya diperluas, berapa banyak sekuritas lain yang ikut menyediakan layanan, dan seberapa besar volume short selling di minggu-minggu pertama. Kalau minatnya ternyata tipis, fitur ini bisa lama tinggal di pinggiran pasar.
Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8683006/short-selling-berlaku-1-oktober-investor-mau-coba-wajib-punya-rp-50-juta) — bukan salinan langsung.