M Analisa Pasar
← Semua analisa

Ringkasan Pasar 4 September 2026

ringkasanharian

Kurs Rupiah

Kurs referensi Dolar AS terhadap Rupiah berada di Rp17.647 per USD (3 September 2026, kurs acuan European Central Bank). Angka ini kurs referensi, bukan kurs jual-beli di bank atau money changer — arah pergerakannya yang lebih berguna dibaca ketimbang angka persisnya. Sebagai pembanding, rata-rata kurs tahunan versi World Bank untuk 2025 tercatat Rp16.478 per USD. Level hari ini lebih tinggi sekitar 7,1% dibanding rata-rata tersebut. Terhadap mata uang utama lain, satu Dolar AS setara EUR 0,8610, JPY 156,01, SGD 1,2678. Sumber: European Central Bank via Frankfurter

Kripto

Bitcoin diperdagangkan di $81.202,00 (sekitar Rp1.431.160.491), melonjak 5,23% dalam 24 jam terakhir. Ethereum di $2.498,47, melonjak 4,76% — searah dengan Bitcoin. Dari 3 aset lain yang dipantau, 3 menguat dan 0 melemah dalam 24 jam terakhir. Sumber: CoinGecko

Saham global

Dari 5 saham global yang dipantau pada penutupan 3 September 2026, 5 ditutup menguat dan 0 melemah. Penguatan terbesar dicatat Tesla, Inc. (TSLA) di $376,36, +5,42%. Di sisi lain Apple Inc. (AAPL) ditutup di $328,21, +1,00%. Catatan: daftar ini saham bursa Amerika Serikat. Saham Bursa Efek Indonesia belum masuk karena sumber datanya belum tersedia — dan halaman ini tidak menampilkan angka yang tidak bisa ditelusuri sumbernya. Sumber: Twelve Data

Ekonomi Indonesia

Inflasi tahunan Indonesia (year-on-year) tercatat 3,19% per Agustus 2026, menurut Bank Indonesia — rilis bulanan, jadi angka ini kebaruannya dalam hitungan minggu, bukan tahun. Suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate berada di 5,75% per keputusan 19 Agustus 2026. Pertumbuhan ekonomi di 5,11% untuk 2025 (World Bank, tahunan), dengan tingkat pengangguran 3,24% (2025). Suku bunga pinjaman rata-rata perbankan berada di 8,50% (2025, World Bank) — ini yang paling langsung terasa buat pelaku usaha yang lagi mempertimbangkan pinjaman modal kerja. Sumber: Bank Indonesia & World Bank

Global & The Fed

Suku bunga acuan The Fed berada di 3,63% (data 1 Agustus 2026). Buat Indonesia ini penting karena selisih bunga AS dengan dalam negeri ikut menentukan arah aliran modal asing, dan lewat situ menyentuh Rupiah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun di 4,79% (2 September 2026). Tingkat pengangguran AS 4,10% (1 Juli 2026). Sumber: FRED — Federal Reserve Bank of St. Louis

Bahan analisa, bukan saran investasi.

© 2026 Analisa Pasar — bagian dari MarginIn. Tentang · Kebijakan Privasi
Sumber data: Bank Indonesia (suku bunga & inflasi) · World Bank (makro Indonesia) · FRED / Federal Reserve (makro global) · European Central Bank (kurs) · CoinGecko (kripto) · Twelve Data (saham global).
Tulisan di sini kami susun sendiri dari sumber-sumber di atas. Angkanya kami tampilkan apa adanya — anggap ini bahan analisa, bukan ajakan beli atau jual.