Ringkasan Pasar 2 September 2026
Kurs Rupiah
Kurs referensi Dolar AS terhadap Rupiah berada di Rp17.745 per USD (1 September 2026, kurs acuan European Central Bank). Angka ini kurs referensi, bukan kurs jual-beli di bank atau money changer — arah pergerakannya yang lebih berguna dibaca ketimbang angka persisnya. Sebagai pembanding, rata-rata kurs tahunan versi World Bank untuk 2025 tercatat Rp16.478 per USD. Level hari ini lebih tinggi sekitar 7,7% dibanding rata-rata tersebut. Terhadap mata uang utama lain, satu Dolar AS setara EUR 0,8628, JPY 160,16, SGD 1,2734. Sumber: European Central Bank via Frankfurter
Kripto
Bitcoin diperdagangkan di $77.290,00 (sekitar Rp1.370.991.464), melemah 1,61% dalam 24 jam terakhir. Ethereum di $2.413,69, melemah 2,10% — searah dengan Bitcoin. Dari 3 aset lain yang dipantau, 0 menguat dan 3 melemah dalam 24 jam terakhir. Sumber: CoinGecko
Saham global
Dari 5 saham global yang dipantau pada penutupan 1 September 2026, 1 ditutup menguat dan 4 melemah. Penguatan terbesar dicatat Apple Inc. (AAPL) di $325,13, +2,61%. Di sisi lain Tesla, Inc. (TSLA) ditutup di $356,09, -3,22%. Catatan: daftar ini saham bursa Amerika Serikat. Saham Bursa Efek Indonesia belum masuk karena sumber datanya belum tersedia — dan halaman ini tidak menampilkan angka yang tidak bisa ditelusuri sumbernya. Sumber: Twelve Data
Ekonomi Indonesia
Inflasi tahunan Indonesia tercatat 1,91% untuk 2025. Angka ini rilis tahunan World Bank, jadi bergerak lambat — berguna buat melihat arah, bukan buat reaksi harian. Suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate berada di 5,75% per keputusan 19 Agustus 2026. Pertumbuhan ekonomi di 5,11% untuk 2025 (World Bank, tahunan), dengan tingkat pengangguran 3,24% (2025). Suku bunga pinjaman rata-rata perbankan berada di 8,50% (2025, World Bank) — ini yang paling langsung terasa buat pelaku usaha yang lagi mempertimbangkan pinjaman modal kerja. Sumber: Bank Indonesia & World Bank
Global & The Fed
Suku bunga acuan The Fed berada di 3,63% (data 1 Agustus 2026). Buat Indonesia ini penting karena selisih bunga AS dengan dalam negeri ikut menentukan arah aliran modal asing, dan lewat situ menyentuh Rupiah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun di 4,75% (31 Agustus 2026). Tingkat pengangguran AS 4,10% (1 Juli 2026). Sumber: FRED — Federal Reserve Bank of St. Louis
Bahan analisa, bukan saran investasi.