M Analisa Pasar
← Semua analisa

Kredit Bank Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 Tahun: Apa Artinya buat Saham Perbankan

ojkkredit perbankandpkbi-ratesaham banklikuiditas

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan dalam Rakornas TPAKD di Jakarta, Kamis (22/10/2026), bahwa kredit perbankan per Agustus 2026 tumbuh 13,69% secara tahunan. Menurut OJK, ini laju tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Secara nominal, outstanding kredit mencapai Rp9.178 triliun.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp10.413 triliun, tumbuh 10,94% yoy. Angka ini juga sehat, tapi jelas tertinggal dari laju kredit.

Konteks suku bunga

Yang membuat angka ini menonjol adalah lingkungannya. Ekspansi kredit sekencang ini terjadi saat suku bunga global masih bertahan tinggi lebih lama (higher for longer). Di dalam negeri, Bank Indonesia pada Rabu (21/10) menahan BI-Rate di 5,75%, dengan deposit facility 5% dan lending facility 6,50%. Jadi pertumbuhan kredit ini tidak ditopang oleh pemangkasan bunga acuan dalam rapat terakhir. Permintaan pembiayaan tetap kuat meski biaya dana belum turun.

Kenapa penting buat investor saham

1. Mesin pendapatan bank sedang panas. Bagi emiten perbankan, kredit adalah sumber utama pendapatan bunga. Pertumbuhan dua digit di level industri memberi landasan bagi ekspektasi kinerja kuartalan yang solid, terutama untuk bank yang porsi kreditnya besar dan agresif menyalurkan.

2. Kredit lari lebih cepat dari dana. Selisih hampir 3 poin persentase antara pertumbuhan kredit (13,69%) dan DPK (10,94%) berarti rasio kredit terhadap dana makin rapat. Dari angka OJK, kredit sudah setara sekitar 88% dari DPK. Kalau tren ini berlanjut, bank harus bersaing lebih keras merebut dana, dan itu bisa menekan margin bunga bersih (NIM), terutama bagi bank yang basis dana murahnya (CASA) tipis.

3. Kualitas aset jadi pertanyaan berikutnya. Ekspansi kredit yang cepat biasanya baru terlihat dampaknya pada kualitas aset beberapa kuartal kemudian. Laju pertumbuhan yang tinggi belum otomatis berarti kualitas penyaluran ikut terjaga.

Yang perlu dipantau

Untuk pembaca yang memegang atau mengincar saham bank, tiga hal layak diperhatikan di rilis laporan keuangan kuartal III mendatang: apakah pertumbuhan kredit masing-masing bank sejalan dengan angka industri, bagaimana pergerakan NIM di tengah persaingan dana, dan apakah rasio kredit bermasalah mulai bergeser. Angka industri yang kuat adalah kabar baik, tapi dampaknya ke tiap emiten akan sangat bergantung pada struktur pendanaan masing-masing.

Ditulis ulang dari [ANTARA](https://www.antaranews.com/berita/5805515/ojk-sebut-pertumbuhan-kredit-perbankan-tertinggi-10-tahun-terakhir) — bukan salinan langsung.

© 2026 Analisa Pasar — bagian dari MarginIn. Tentang · Kebijakan Privasi
Sumber data: Bank Indonesia (suku bunga & inflasi) · World Bank (makro Indonesia) · FRED / Federal Reserve (makro global) · European Central Bank (kurs) · CoinGecko (kripto) · Twelve Data (saham global).
Tulisan di sini kami susun sendiri dari sumber-sumber di atas. Angkanya kami tampilkan apa adanya — anggap ini bahan analisa, bukan ajakan beli atau jual.