Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Rp26 Triliun, BYAN Malah Anjlok 6%
Salah satu perpindahan kepemilikan terbesar di bursa tahun ini akhirnya tereksekusi. Rabu pagi (7/10), sekitar 10,08 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berpindah tangan di pasar negosiasi, dengan nilai ditaksir Rp26,09 triliun. Ini adalah realisasi dari perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) antara pendiri Bayan, Low Tuck Kwong, dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Apa yang terjadi
Menurut data RTI yang dikutip detikFinance, transaksi dieksekusi bertahap dalam tiga blok antara pukul 09.31 sampai 09.39 WIB, semuanya di harga Rp2.588 per saham: 166.666 lot, lalu 50 juta lot, lalu 50,67 juta lot. Totalnya sekitar 100,84 juta lot atau 10.084.088.300 saham.
Angka itu persis cocok dengan jumlah saham dalam PJBS yang sudah diubah. Perjanjian awal ditandatangani 16 September 2026 untuk 10.000.000.500 saham. Pada 1 Oktober, Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama meneken perubahan yang menaikkan jumlahnya menjadi 10.084.088.370 saham.
Sehari sebelumnya, Selasa (6/10), Low Tuck Kwong juga sudah melepas 33,33 juta saham di harga Rp11.025, bernilai sekitar Rp367,5 miliar. Setelah penjualan itu, hak suaranya menyusut ke 40,15% dengan kepemilikan 13,38 miliar saham.
Yang perlu dicermati investor
- Pengendali berganti. Kalau dihitung dari angka keterbukaan informasi, 13,38 miliar saham setara 40,15% berarti total saham Bayan sekitar 33,3 miliar. Blok 10,08 miliar yang diambil Jhonlin itu kira-kira 30% dari seluruh saham, dan menyisakan Low Tuck Kwong dengan porsi sekitar 10%. Struktur kendali salah satu emiten batu bara terbesar di BEI praktis berubah dalam sehari.
- Harga negosiasi jauh di bawah pasar. Blok ini tercatat di Rp2.588 per saham, sementara penjualan Low Tuck Kwong sehari sebelumnya di Rp11.025 dan harga pasar BYAN siang itu Rp12.625. Sumber tidak menjelaskan asal-usul selisih tersebut. Yang jelas, harga pasar negosiasi tidak harus mengikuti harga pasar reguler, dan ini mengingatkan bahwa kesepakatan pengendali bisa punya term yang tidak tersedia untuk investor ritel.
- Pasar reguler bereaksi negatif. BYAN melemah 6,13% ke Rp12.625 pada perdagangan Rabu, dengan volume 6,49 juta saham dan nilai Rp85,05 miliar. Volume reguler itu kecil dibanding blok negosiasi, jadi penurunan harga lebih mencerminkan sentimen daripada tekanan jual besar dari publik.
Kenapa ini penting
Bayan adalah saham dengan free float terbatas dan kapitalisasi pasar besar, sehingga pergerakannya berpengaruh ke indeks. Perpindahan 30% saham ke satu grup usaha baru membuka pertanyaan soal arah strategi, kebijakan dividen, dan apakah akan ada perubahan manajemen. Haji Isam lewat Jhonlin sudah punya portofolio batu bara, sawit, dan kini emiten tambang skala besar yang tercatat di bursa.
Buat trader, hal yang perlu dipantau berikutnya adalah keterbukaan informasi lanjutan dari BEI: apakah ada kewajiban tender offer, berapa persis struktur kepemilikan baru, dan siapa yang akan duduk di kursi direksi dan komisaris. Sampai itu jelas, volatilitas BYAN kemungkinan tetap tinggi.
Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8696601/usai-haji-isam-ada-transaksi-jumbo-lagi-di-bayan-byan-rp-26-triliun) — bukan salinan langsung.