M Analisa Pasar
← Semua analisa

Gencatan Dagang AS-China Diperpanjang, tapi Cuma Dua Bulan — Ketidakpastian Belum Pergi

perang dagangas-chinaglobaltarifsentimen pasar

Kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington berakhir Jumat (25/9/2026) dengan seremoni yang megah, tapi hasil konkret yang tipis. Satu-satunya keputusan yang benar-benar relevan buat pasar: Amerika Serikat dan China sepakat memperpanjang gencatan perang dagang hingga 10 Januari 2027, seperti diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Yang diperpanjang, dan kenapa durasinya penting

Gencatan yang diperpanjang ini adalah kesepakatan yang lahir dari pertemuan Trump dan Xi di Busan, Korea Selatan. Isinya antara lain penurunan tarif AS, serta penangguhan pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan mineral kritis oleh China — dua hal yang sempat membuat rantai pasok manufaktur global gelisah.

Detail yang layak dicermati justru ada di durasinya. Perpanjangan kali ini hanya dua bulan, padahal sebelumnya pasar memperkirakan bisa sampai enam bulan. Dengan jendela sependek itu, isu perdagangan otomatis kembali ke meja negosiasi dalam waktu dekat. Kedua pemimpin diperkirakan bertemu lagi di KTT APEC di Shenzhen pada November dan KTT G20 di Miami pada Desember.

Apa artinya buat yang memantau pasar

Bagi investor, perpanjangan ini lebih tepat dibaca sebagai penundaan risiko, bukan penghapusannya. Skenario terburuk — tarif kembali naik dan keran mineral kritis China ditutup — tidak terjadi dalam waktu dekat, dan itu kabar yang menenangkan. Tapi karena tenggatnya jatuh di awal Januari, headline soal tarif hampir pasti akan kembali mewarnai sentimen global sepanjang kuartal IV, terutama di sekitar APEC dan G20.

Untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia, hubungan dagang AS-China biasanya merembet lewat jalur sentimen risiko global dan prospek permintaan China terhadap komoditas. Karena itu, periode menjelang dua KTT tersebut patut dicatat di kalender: di situlah peluang ada kejutan — positif atau negatif — paling besar.

Yang belum terjawab

Di luar perdagangan, pertemuan ini minim keputusan. Soal kecerdasan buatan (AI), Trump dan Xi tidak mengumumkan langkah konkret apa pun, meski Xi mendorong kerja sama kedua negara di bidang itu. Taiwan juga muncul dalam pembicaraan — menurut keterangan pemerintah China, Xi meminta AS menentang kemerdekaan Taiwan — sementara Trump belum berkomentar publik soal itu. Situasi Timur Tengah turut dibahas, tapi keterangan resmi China tidak menyebut perang Iran secara spesifik.

Intinya: pasar mendapat napas dua bulan, bukan kepastian. Pola yang realistis untuk diantisipasi adalah volatilitas yang kembali naik setiap kali jadwal negosiasi berikutnya mendekat.

Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8680702/5-fakta-pertemuan-donald-trump-xi-jinping-ada-gencatan-perang-dagang) — bukan salinan langsung.

© 2026 Analisa Pasar — bagian dari MarginIn. Tentang · Kebijakan Privasi
Sumber data: Bank Indonesia (suku bunga & inflasi) · World Bank (makro Indonesia) · FRED / Federal Reserve (makro global) · European Central Bank (kurs) · CoinGecko (kripto) · Twelve Data (saham global).
Tulisan di sini kami susun sendiri dari sumber-sumber di atas. Angkanya kami tampilkan apa adanya — anggap ini bahan analisa, bukan ajakan beli atau jual.