M Analisa Pasar
← Semua analisa

Harga Rp1 Resmi Berlaku, FCA Dirombak: Saham Gocap Kembali ke Pasar Reguler

BEIPapan Pemantauan KhususFCARegulasi BursaSaham Gocap

Aturan harga saham terendah Rp1 yang selama ini masih di tahap uji coba akhirnya punya tanggal: berlaku mulai hari ini, Senin, 28 September 2026. Tapi bagi trader, perubahan yang lebih terasa justru datang bersamaan dengannya, yaitu perombakan papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA).

BEI menerbitkan perubahan Peraturan I-X (penempatan saham di papan pemantauan khusus) dan Peraturan II-X (perdagangannya) pada 25 September. Direktur BEI Jeffrey Hendrik menyebut aturan ini baru bisa diberlakukan setelah bursa menerima surat persetujuan dari OJK.

Empat kriteria FCA dihapus

Bursa mencoret empat dari sebelas kriteria yang selama ini bisa menyeret saham ke FCA:

  • Kriteria 1: harga rata-rata di bawah Rp51 selama tiga bulan, disertai nilai transaksi harian rata-rata di bawah Rp5 juta dan volume di bawah 10.000 saham
  • Kriteria 6: tidak memenuhi syarat tetap tercatat terkait free float (misalnya minimal 50 juta saham dan di atas 5% saham tercatat untuk papan utama dan pengembangan)
  • Kriteria 7: likuiditas rendah, dengan ambang nilai dan volume transaksi yang sama seperti kriteria 1
  • Kriteria 10: terkena suspensi lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan

Saham yang masuk FCA hanya karena salah satu dari keempat kriteria itu, tanpa kriteria lain, dipindahkan kembali ke pasar reguler dengan mekanisme continuous auction mulai hari ini. Dalam pengumuman terpisah, BEI merinci pencabutan kriteria tersebut menyentuh 92 emiten, termasuk nama-nama yang cukup dikenal seperti WSKT, WIKA, PBRX, dan BHIT.

Yang tetap dipertahankan

Kriteria yang menyangkut kondisi fundamental tidak disentuh. Opini disclaimer auditor, ekuitas negatif, tidak adanya pendapatan, hingga status PKPU atau pailit tetap membuat saham masuk FCA. Direktur Perdagangan BEI Irvan Susandy menyebut tujuannya supaya papan pemantauan khusus lebih fokus ke masalah fundamental, sementara kriteria yang cuma soal likuiditas dilonggarkan agar pembentukan harga lebih wajar.

Bursa juga menambahkan non-cancellation period, yaitu jeda 10 menit sebelum setiap sesi call auction berakhir, di mana order tidak bisa diubah atau dibatalkan. Ketentuan ini baru jalan mengikuti jadwal proyek sistem terkait, jadi belum langsung berlaku hari ini.

Kenapa ini penting

Selama ini batas Rp50 dan kriteria FCA saling mengunci. Saham yang mentok di gocap otomatis tak bisa turun lagi, lalu karena sepi transaksi dia terseret ke FCA. Dengan batas Rp1, harga di bawah Rp50 tidak lagi otomatis jadi alasan masuk FCA. Artinya, saham-saham tidur ini kembali punya ruang turun, dan risikonya ikut kembali.

Buat trader, ada dua hal yang layak diwaspadai. Pertama, saham yang baru keluar dari FCA kembali ke continuous auction dengan likuiditas yang mungkin masih tipis, jadi volatilitas di hari-hari awal bisa besar. Kedua, harga di bawah Rp50 sekarang bisa terjadi. Pada harga sependek itu, selisih satu rupiah saja sudah berarti pergerakan persentase yang sangat besar, jadi ukuran posisi perlu disesuaikan.

Penting juga diingat: keluar dari FCA bukan tanda fundamental membaik. Perubahannya cuma di aturan, bukan di kinerja perusahaannya.

Ditulis ulang dari [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928055551-17-771289/bukan-cuma-harga-di-bawah-rp50-bei-juga-ubah-papan-pemantauan-khusus) (daftar 92 emiten: [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928060028-17-771291/bei-cabut-status-pemantauan-khusus-92-emiten-ini-daftarnya)) — bukan salinan langsung.

© 2026 Analisa Pasar — bagian dari MarginIn. Tentang · Kebijakan Privasi
Sumber data: Bank Indonesia (suku bunga & inflasi) · World Bank (makro Indonesia) · FRED / Federal Reserve (makro global) · European Central Bank (kurs) · CoinGecko (kripto) · Twelve Data (saham global).
Tulisan di sini kami susun sendiri dari sumber-sumber di atas. Angkanya kami tampilkan apa adanya — anggap ini bahan analisa, bukan ajakan beli atau jual.