Cadangan Devisa Berhenti Bocor di 145,3 Miliar Dolar — Ini Artinya buat Rupiah
Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa akhir Juli 2026 di level 145,3 miliar dolar AS, turun tipis 0,3 miliar dolar dibandingkan posisi akhir Juni yang sebesar 145,6 miliar dolar. Angkanya sendiri tidak dramatis. Yang menarik justru apa yang tidak terjadi: untuk bulan kedua berturut-turut, cadev tidak lagi bocor.
Konteks yang bikin angka ini penting
Sepanjang Januari sampai Mei 2026, cadangan devisa Indonesia turun lima bulan beruntun — dari 156,5 miliar dolar AS di akhir Desember 2025 menjadi 144,9 miliar dolar AS di akhir Mei. Total yang menguap 11,6 miliar dolar AS dalam lima bulan. Buat pasar, tren seperti itu bukan sekadar statistik bulanan; itu ukuran seberapa mahal ongkos bank sentral mempertahankan rupiah, dan seberapa lama amunisinya sanggup bertahan.
Juni jadi kenaikan pertama setelah rentetan itu, dan Juli kini mengonfirmasinya dengan posisi yang praktis datar. Dua titik data belum bikin tren, tapi cukup untuk mengubah pertanyaan pasar dari "sampai kapan ini turun" menjadi "apa yang menahan".
Apa yang menahan, dan catatannya
BI menyebut posisi Juli dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar. Ini catatan yang perlu dipegang: sebagian penopangnya bersifat transaksional — global bond adalah dolar yang masuk lewat penerbitan utang, bukan murni surplus arus dagang atau modal organik.
Di sisi aliran modal, BI mencatat investasi portofolio asing membukukan net inflow 8,5 miliar dolar AS pada triwulan II 2026, terutama lewat SBN dan SRBI. Momentumnya melandai di kuartal berikutnya: sampai 20 Juli, net inflow SBN tinggal 0,1 miliar dolar AS. Arusnya masih positif, tapi jelas menipis.
Dengan posisi sekarang, cadev setara pembiayaan 5,5 bulan impor, atau 5,3 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah — masih di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. "Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.
Reaksi pasar sudah kelihatan
Rupiah menutup perdagangan Jumat menguat 26 poin atau 0,15 persen ke Rp17.897 per dolar AS dari Rp17.923. Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah sempat dibuka melemah mengikuti data ketenagakerjaan AS, lalu berbalik arah justru setelah rilis cadev. JISDOR ikut menguat ke Rp17.913.
Buat yang memantau kurs dan SBN, ini yang layak dipantau bulan depan: apakah stabilnya cadev bertahan tanpa disokong penerbitan global bond, dan apakah inflow asing kembali menebal. BI-Rate sendiri ditahan di 5,75 persen pada RDG Juli, setelah dinaikkan kumulatif 100 bps sepanjang Mei–Juni. Ruang untuk melonggarkan baru terbuka kalau sisi eksternal benar-benar berhenti menekan.
Ditulis ulang dari [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5683725/bi-cadangan-devisa-akhir-juli-stabil-sebesar-1453-miliar-dolar-as) — bukan salinan langsung.